Catatan Perjalanan: Bukit Sikunir – Dieng, Wonosobo

Pergi ke kawasan Dieng adalah ajakan yang sudah sangat lama. Hingga musim liburan kuliah tiba, ajakan tersebut santer terdengar.

6 Juli lalu, saya dan beberapa kawan menanamkan niat untuk pergi ke tempat yang mendapatkan julukan negeri di atas awan tersebut.

Target tempat pertama yang akan kami singgahi adalah Puncak Bukit Sikunir yang terkenal dengan golden sunrise-nya itu. Dengar-dengar sih salah satu tempat menonton munculnya matahari terbaik di Asia Tenggara. (?)

Minggu, 6 Juli 2019

Kami berangkat menuju Wonosobo dengan mengendarai sepeda motor, Jepara-Wonosobo.

Saya berangkat bersama 8 orang rombongan. Enam orang berangkat dari Jepara, dan dua lainnya menunggu di Semarang.

Pukul 23.00 kami tiba di Semarang. Sambil menunggu rombongan, kami mengisi bahan bakar kendaraan yang kami bawa.

SPBU Ngaliyan, Semarang

Syahdan, kami berangkat menuju arah Wonosobo melewati hutan belantara di Kab. Temanggung.

Pukul 01.00 WIB, kita beristirahat di kawasan Koloran, Temanggung.

Tidur di pinggir jalan tetap nyaman. kwkwk

Karena udara semakin dingin, kawan-kawan saya mulai menebalkan pakaiannya dengan jaket tambahan.

Perjalanan kami lanjutkan kembali. Melewati hutan dan sedikit persawahan kali ini.

01.45 WIB

Apes, sepeda motor yang saya tunggangi mengalami ban bocor. Apesnya lagi posisi sedang berapa di areal hutan dan sawah.

Hm, sabar.

Setelah melakukan pertimbangan, rombongan menyarankan untuk tetap melanjutkan perjalanan hingga bertemu bengkel tambal ban.

Setelah beberapa kilometer, saya yang sedari tadi memacu paksa sepeda motor yang bocor akhirnya menemukan bengkel.

Sembari menambal, tukang bengkel tersebut memberi tahu kami ihwal jalanan menuju Dieng.

Ah, pasti akan gagal melihat sunrise ini.

Setelah sepeda motor sudah siap. Kami melanjutkan perjalanan. Melewati hutan dan persawahan kembali.

Alhamdulillah, kami sampai di kawasan kab. Wonosobo. Jalur ke arah Dieng ternyata melewati salah satu jalur pendakian Gunung Sindoro.

Uh, ingin sekali diri ini melihat keindahan-Nya dari puncak gunung ini.

Pukul 04.00 WIB saya dan rombongan sudah sampai di areal Sikunir. Ramai sekali.

05.00 WIB

Mulai memasuki kaki bukit, kendaraan kami tidak dapat melaju kembali akibat menumpuknya kendaraan. Juga, musabab mobil-mobil yang parkir sembarang di tengah jalan. Kami memutuskan untuk berjalan kaki.

Tegang sekali saya wkwkwk

Seharusnya, parkiran masih jauh dari tempat ini, tapi ya sudahlah.

Sampai di gerbang masuk Bukit Sikunir, saya memacu kaki. Tidak lupa, kita mengabadikan momen terlebih dahulu.

Gerbang Masuk ke Bukit Sikunir, Desa Sambungan
Beberapa meter setelah gerbang masuk.

Musabab perut sudah keroncongan, kami membeli sarapan terlebih dahulu. Juga, tidak lupa membeli kopi panas. Hm, sedap.

Di tempat kami sarapan juga terdapat spot foto dengan latar belakang bukit persawahan, dan juga Telaga Cebong.

Catat
Telaga Cebong

Dari tempat kami sarapan, kami berjalan sekitar 30-an menit menuju puncak Sikunir. Ya… walaupun sudah tidak dapat lagi melihat sunrise, setidaknya saya masih bisa melihat pemandangan yang indah.

Dari puncak Sikunir yang berada di 2263 MDPL, saya dapat melihat puncak-puncak gunung yang menjulang tinggi.

Ada puncak Gunung Sindoro, Kembang, Sumbing, Merapi dan Ungaran yang dapat dilihat di puncak ini. Subhanallah.

Setelah puas menikmati pemandangan puncak-puncak Jawa Tengah dari atas puncak Bukit Sikunir, saya turun bersama rombongan.

Destinasi selanjutnya adalah Kawah Sikidang yang tak jauh dari sana. Namun, kami gagal menuju tempat tersebut.

Arus lalu lintas yang macet parah, juga kami yang harus mencari SPBU membuat kami hingga hampir mendekati waktu ashar.

Setelah itu kita memutuskan untuk pulang saja, mengingat besok (Senin) ada salah satu kawan yang harus masuk kerja. Hm, ya sudahlah. Semoga suatu saat nanti dapat melanjutkan perjalanan.

FAQ

Habis berapa rupiah?
Saya dari Jepara-Wonosobo untuk bensin: Rp 60.000 (Pulang Pergi)

Tiket masuk Sikunir
Rp 10.000 (sudah termasuk asuransi kecelakaan)

Makan
Sarapan di areal Sikunir (Soto, Kopi Panas)
Rp 25.000

Bagikan melalui:

Add Comment