Cara dan Tips Hunting Tourist (Wawancara dengan Bule)

Salam Pelajar – Study tour merupakan saat yang ditunggu-tunggu oleh para pelajar, namun momen tersebut masih saja mendapatkan beban yaitu melakukan Hunting Tourist. Jadi, ketika kita melakukan perjalanan tersebut kita tidak bebas bersenang-senang begitu saja tugas tetaplah tugas.

Cara dan Tips Hunting Tourist (Wawancara dengan Bule)
Ini bule asal Jerman yang saya wawancarai

Hunting Tourist adalah kegiatan melakukan wawancara dengan WNA (Warga Negara Asing) atau bule. Bulan lalu, tepatnya tanggal 14 Juni 2016 kemarin saya mendapatkan tugas hunting tourist bersama teman sekelas saya di Candi Borobudur, Magelang.

Tepat pukul 3 dini hari, saya berangkat dari Jepara menuju Magelang bersama rombongan kelas kurang lebih 30 puluh orang. Didalam rombongan tersebut dibagi lagi menjadi beberapa kelompok satu kelompoknya terdiri dari 2 orang.

Setelah beberapa jam berangkat, alhamdulillah kami sudah sampai sana dan siap melakukan hunting tourist atau melakukan wawancara dengan bule. Saat itu, kita (saya dan partner saya) dan juga kelompok lain diberi waktu hanya 2 jam karena ada kegiatan lain juga disana.

Dengan sigap setelah tiket masuk dibagikan, kita langsung naik ke puncak candi. Walaupun saya punya tugas, saya berusaha mengambil sedikit kesempatan untuk mengabadikan momen, hehe. Setelah itu kita pun langsung mencari bule untuk di wawancarai.

Cara dan Tips Hunting Tourist / Wawancara dengan Bule

1. Siapkan Pertanyaan

Jauh-jauh hari pastikan kamu sudah memikirkan pertanyaan apa yang akan kamu ajukan. Tentunya jangan pernah bertanya kepada bule yang membuat dia tersinggung. Tanyakan seputar topik-topik yang di kunjungi si bule dan tanyai bagaimana pendapat Anda tentang bla bla bla.
Jangan mempersiapkan pertanyaan secara mendadak karena hasilnya pasti akan kurang memuaskan. Hal ini mengingatkan saya tokoh anime Ashura yang mengatakan hal yang dilakukan dengan cepat tidak akan bertahan lama (kurang maksimal). Nah, dari situlah saya terinspirasi.
Oh iya, jangan terlalu banyak pertanyaan yang kamu ajukan, karena jika hal itu kamu lakukan waktu si bule berkurang. Ingat nggak kalau rata-rata orang barat itu mempunyai pegangan Time is money?

2. Cari Bule / Orang Asing

Setelah dirasa pertanyaan sudah siap, dan kamu sudah berada di lokasi hunting tourist sekarang saatnya kamu untuk mencari bule. Saya punya tips nih!

2.1. Tips Memilih Bule

Nggak main game atau memasak yang mempunyai tips, melakukan hunting tourist juga membutuhkan tips agar wawancara yang kamu lakukan berhasil. Caranya:

a. Cari yang Sedang Bersantai
Pengalaman pahit dijumpai rekan saya di kelompoknya, dia memilih tourist yang sedang sibuk dengan keluarganya mengabadikan foto dan sedang menikmati objek wisata yang ada. Akhirnya teman saya itu mendapatkan sebah kalimat “No thanks“. Pasti kamu nggak mau kan ditolak mentah-mentah begitu.

Jika terpaksa, kamu bisa bertanya ke bule itu boleh nggak kamu minta waktunya sebentar, kalau nggak mau beneran jangan pernah paksa dia karena dia akan berasa tidak nyaman dan teganggu.

b. Jangan Paksa
Seperti yang saya katakan diatas, jangan pernah memaksa bule / tourist karena mereka akan menilai kamu sebagai pengganggu. Gunakan cara yang halus dan ramah agar si bule mau meluangkan waktunya untuk melakukan wawancara dengan kamu.

Jangan sampai membuat bule yang akan kamu naik darah, karena hal itu namanya tidak berpendidikan. Gunakan pendekatan yang halus.

c. Jangan Menanyakan Hal “Sensiif”
Jangan sekali-kali menanyakan hal sensitif yang bisa menyinggung perasaan dia. Saran saya jangan bertanya mengenai agama, warna kulit atau hal lainnya yang bisa membuat bule itu baper.

d. Ramah
Ramah terus saya ingatkan kepada kamu yang akan melakukan hunting tourist atau wawancara dengan bule asing. Selalu bersikaplah ramah agar bule tersebut nyaman dengan kamu dan betah melakukan wawancara dengan kamu.

Kalau dalam bahasa Jawa ada yang namanya grapyak, yaitu ramah dan akrab terhadahap seseorang. Lakukan hal itu.

Setelah pertanyaan demi pertanyaan kamu ajukan, jangan lupakan hal penting dibawah ini. Karena kalau ini kamu lupakan akan menyesal di kemudian hari.

Tips, Jangan Lupakan Ini!

1. Rekam Wawancara
Merekam kegiatan wawancara baik berupa suara atau video wajib kamu lakukan ketika hunting tourist. Karena ini berguna jika ada kalimat yang diucapkan bule tidak jelas kamu bisa mengamatinya lagi melalui rekaman ini.

Kalau saya pribadi menggunakan perekaman suara karena lebih praktis, hehe.

2. Ambil Gambar

Cara dan Tips Hunting Tourist (Wawancara dengan Bule)
Yang ini bule asal Turkmenistan

Yang kedua adalah mengambil gambar bersama narasumber yang kamu wawancarai, ini berguna sebagai dokumentaso atau bukti wawacara selain rekaman dikemudian hari. Biasanya gambar akan ditanyakan oleh guru kamu yang memberi tugas ini.

3. Ucapkan “Terima Kasih”
Mengucapkan terima kasih wajib kamu lakukan agar mereka merasa puas dengan wawancara tadi. Kalau saya malahan mengajarkan berterima kasih dengan bahasa Jawa kepada bule. Walaupun hanya satu kalimat, bule tersebut bersuka hati untuk menghafalkan dan melafalkan kalimat matur suwun.

Nah, itulah Cara dan Tips Hunting Tourist (Wawancara dengan Bule) versi saya yang bisa kamu lakukan. Kalau ada hal yang salah bisa dibetulkan ya!

Bagikan melalui:

Add Comment