Kacamata Anti Radiasi (Pengalaman Penggunaan)

Selasa 13 September 2016 lalu gue mengeluh dengan mata gue yang sering capek, terasa kurang segar dan nggak enak banget rasanya. Buat melihat layar monitor netbook gue aja kayak blur nggak jelas gitu.

Setelah gue menjelajah mesin pencari, Google, ternyata mata gue mengalami keluhan diatas karena sinar Electro Magnetic Integrated yang dipancarkan peralatan elektronik yang gue pakai.

Akhirnya gue istirahatin dan mengurangi pemakaian alat-alat elekronik tersebut. Setelah itu gue browsing lagi mengenai keluhan gue, dan akhirnya gue tahu kalau ada kacamata anti radiasi. Setelah itu gue pun mencari referensi tempat pembelian kacamata tersebut.

Sebagai anak IPS, gue perhitungin harga yang ada. Harganya berkisar < 100 ribu sampai ratusan ribu rupiah. Tergantung model frame-nya juga sih yang bikin mahal.

Setelah bertapa 40 hari 40 malam (lebay dikit, wkwk) akhirnya pilihan gue jatuh kepada barang yang….. paling murah.

Akhirnya saat itu juga gue cek dompet, tapi…

ternyata dompek gue kosong, cek tabungan tinggal 50 ribu rupiah. Keputusan gue sudah bulat untuk order kacamata itu, akhirnya gue pinjem tambahan rupiah ke salah satu teman gue di Magelang, DA namanya (sengaja disensor).

Setelah sedikit basa-basi, akhirnya gue langsung to the point kalau gue mau pinjem duit untuk membeli kacamata tadi, dan dia mengiyakan permintaan gue. Alhamdulilah, dengan sedikit rayuan gue, dia lemparkan rupiahnya ke gue.

Setelah itu, masih dihari yang sama, gue langsung memesan barang tersebut melalui salah satu toko online ternama di Indonesia.

Alhamdulillah-nya lagi, hari itu juga pesanan gue di kirim oleh penjualnya pada sore harinya.

Barang Sampai

Kacamata Anti Radiasi Sampai
15 September 2016 sore, barang gue sampai ^_^/

Setelah tanggal 13 sore hari di kirim, akhirnya penantian gue pada tanggal 15 telah berakhir. Waktu itu sekitar pukul 14.00 hujan cukup lebat turun namun tidak berjalan lama. 
Gue sempat bimbang, hari ini barang gue sampai atau tidak, karena tanggal 14-nya resi yang dikirimkan penjualnya menunjukkan sudah sampai di Semarang (penjual dari Sidoarjo).
Tepat setelah waktu ashar tiba, suara motor berhenti di halaman rumah terdengar dari kamar gue yang saat itu sedang ngetik. Gue pun bergegas keluar kamar, namun apa daya… nenek gue sudah menerima barang tersebut dahulu sebelum gue. Gue pun tidak jadi bertemu dengan kurir itu. (Nah lho, gue kan nunggu barangnya bukan mas kurir, maaf  baper :’v )
Gue pun langsung meng-unboxing paket tersebut, dan didalamnya ternyata… bungkus obat flu dan batuk :V
Kiriman Kacamata Anti Radiasi
Haha, tapi gue anti panik sama begituan. Gue sudah tahu dari awal kalau itu bungkus bagian dalamnya. Gue pun membukanya kembali… set… set… krekk… karena kelamaan jadi gue sobek aja bungkusnya.
Dan… tara…!!! Ini dia kacamata antiradiasi++ 
Sesuai paket penjualannya, didalamnya ada kacamata, lap lensa, dan semprotan nyamuk (enggak-enggak ini semprotan lensa).
Kacamata Anti Radiasi
Isi paketnya itu… yang ijo itu wadah kacamata sama lapnya. Didalamnya ada 2 kain lap 😀

Pakai Kacamata Anti Radiasi

Setelah barangnya samapai, gue pun langsung pakai kacamatanya. Nah hari ini (15 September 2016) gue sedang mencoba efeknya untuk diri gue… apakah kacamata ini berperan besar atau enggak dan bermanfaat atau enggak.
Gue akan sunting post ini kira-kira seminggu lah dari waktu di publikasikan. Bye bye… (sudah di update bro/sis baca testimoninya dibawah 😀 )

Updated on: 22 September 2016 – 23.03 WIB!

Pengalaman Penggunaan

Jadi, seminggu lebih post ini telah saya telh publikasikan dan merasakan bagaimana rasanya memakai yang namanya kacamata anti radiasi. Nah, ada beberapa hal yang saya rasakan semenjak menggunakan kacamata ini:

  1. Kalau saya berada didepan monitor agak lama-lama saya menggunakan kacamata ini karena yang saya rasakan dimata saya lebih enak gitu. Mata jadi tidak cepat capek dan pedes.
  2. Saya jadi kepedean memakai kacamata. Sampai-sampai saya lupa mencopotnya ketika keluar rumah, soalnya keanuan gue nambah hehe.
  3. Saya kena marah sama pakde saya karena dalam masa percobaan semingguan ini pakai kacamata terus. Bukan marah sih, tepatnya nasehat. Beliau berkata: “Ojo dikulinaake nganggo kocomoto, nggarai ketergantungan…” nah begitu…. apa!?? Nggak paham ya? hehe. Artinya saya disuruh untuk tidak memakai kacamata terus, kalau perlu saja, nanti saya bisa ketergantungan terhadap kacamata. 
Baru tiga hak itu saja yang saya rasakan semingguan ini. Memang benar sih kata pakde buat nggak ketergantungan, jadi kalau berada didepan monitor lama saya pakai, tapi kalau cuma sebentar tidak, hehe. 
Wassalamu’alaikum Warrahmatullah Wabarakatuh

Ditulis sore – ba’dal isya dengan menggunakan kacamata anti radiasi :V
Disunting hampir tengah malam setelah nonton sinetron “Anugerah Cinta” :V (Nggak tahu kenapa saya jadi suka sinetron ini -__-)
Bagikan melalui:

6 Comments

  1. Gunawan Alfarizi September 16, 2016
  2. Dedi Styawan September 18, 2016
  3. Susi Susindra September 21, 2016
  4. Dedi Styawan September 22, 2016
  5. Agus Setiawan September 25, 2016
  6. Dedi Styawan September 25, 2016

Add Comment